FORGIVENESS THERAPYMetode yang Forgiveness therapy (FT) yang dijabarkan secara gamblang dan mudah dicerna patut saya share melalui media ini merupakan teknik terapi yang banyak digunakan oleh para hypnotherapist.
Dengan berbagai variasi dari FT, seorang hypnotherapist akan membawa pikiran bawah sadar kliennya untuk memaafkan orang lain maupun dirinya sendiri atau suatu peristiwa.
Disini kita tidak akan membahas teknik maupun variasi dari FT, karena untuk kalangan umum tidak mudah untuk dipahami, tetapi mari kita lihat saja manfaat dari FT sebagai berikut:
Menurut penelitian terakhir, para ilmuwan Amerika membuktikan bahwa mereka yang mampu memaafkan adalah lebih sehat baik jiwa maupun raga. Memaafkan Orang-orang yang diteliti menyatakan bahwa penderitaan mereka berkurang setelah memaafkan orang yang menyakiti mereka. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa orang yang belajar memaafkan merasa lebih baik, tidak hanya secara batiniyah namun juga jasmaniyah. Sebagai contoh, telah dibuktikan bahwa berdasarkan penelitian, gejala-gejala pada kejiwaan dan tubuh seperti sakit punggung akibat stress [tekanan jiwa], susah tidur dan sakit perut sangatlah berkurang pada orang-orang ini.
Semua penelitian yang ada menunjukkan bahwa kemarahan adalah sebuah keadaan pikiran yang sangat merusak kesehatan manusia. Memaafkan, di sisi lain, meskipun terasa berat, terasa membahagiakan, satu bagian dari akhlak terpuji, yang menghilangkan segala dampak merusak dari kemarahan, dan membantu orang tersebut menikmati hidup yang sehat, baik secara lahir maupun batin. Namun, tujuan sebenarnya dari memaafkan–sebagaimana segala sesuatu lainnya haruslah untuk mendapatkan rido Tuhan.
Kenyataan bahwa sifat-sifat seperti ini, dan bahwa manfaatnya telah dibuktikan secara ilmiah, telah dinyatakan dalam banyak ayat Alkitab, adalah satu saja dari banyak sumber kearifan yang dikandungnya. Memaafkan bukan berarti harus melupakan bayangkan Anda sedang menghadiri pesta yang amat meriah. Semua orang tampil dengan pakaian terbaik. Makanan yang dihidangkanpun tampak lezat dan mengundang selera. Saat Anda antre untuk mengambil makanan, tiba-tiba seseorang yang sangat Anda percaya berbisik di telinga Anda, "Hati-hati, banyak makanan tak halal disini, bahkan ada beberapa yang beracun!"
Saya berani menjamin Anda akan mengurungkan niat mengambil makanan. Boleh jadi Anda pun langsung pulang ke rumah. Anda benar, hanya orang bodohlah yang mau menyantap makanan tersebut. Kita tak mau makan sembarangan. Kita sangat peduli pada kesehatan kita. Anehnya, kita sering bahkan dengan sengaja memasukkan "makanan-makanan beracun" ke dalam pikiran kita. Kita tak sadar bahwa inilah sumber penderitaan kita.
Salah satu makanan yang paling berbahaya tersebut bernama: Ketidakmauan kita untuk memaafkan orang lain! Ketidakmauan memaafkan adalah penyakit berbahaya yang menggerogoti kebahagiaan kita. Kita sering menyimpan amarah. Kita marah karena dunia berjalan tak sesuai dengan kemauan kita.
Kita marah karena pasangan, anak, orang tua, atasan, bawahan, dan rekan kerja, tak melakukan apa yang kita inginkan. Lebih parah lagi, kita memendam kemarahan ini berhari-hari, bahkan bertahun-tahun.Memang banyak sekali kejadian yang memancing emosi kita. Pengendara motor yang memaki kita, mobil yang menyalib dan hampir membuat kita celaka, orang yang membobol ATM kita, politisi yang hanya memperjuangkan perutnya sendiri, adik yang sering minta bantuan tapi tak pernah mengucapkan terima kasih, pembantu yang membohongi kita, maupun boss yang pelitnya luar biasa.
Kita mungkin berpikir bahwa orang-orang tak tahu diri ini sudah sepantasnya kita benci. Tapi kita lupa bahwa kebencian yang kita simpan hanyalah merugikan kita sendiri.
Sudah menjadi tabiat manusia, tatkala hatinya disakiti, dia akan merasa sakit hati dan boleh jadi berujung dengan kedendaman.
Walaupun demikian, bukan berarti kita harus dendam setiap kali ada yang menyakiti. Malah sebaliknya, jika kita dizalimi, maka doakanlah orang-orang yang menzalimi itu agar bertaubat dan menjadi orang saleh. Mampukah kita melakukannya?
Para nabi-nabi adalah sosok yang hatinya bersih dari sifat dendam. Walau ia dihina, dicacimaki, difitnah, bahkan hendak dibunuh, tak sedikit pun ia mendendam. Bahkan, ia mati-matian berbuat baik kepada orang-orang tersebut dan begitu ringannya ia memaafkan.
Penelitian menunjukkan ketidakrelaan memaafkan orang lain memiliki dampak hebat terhadap tubuh kita: Menciptakan ketegangan, mempengaruhi sirkulasi darah dan sistem kekebalan, meningkatkan tekanan jantung, otak dan setiap organ dalam tubuh kita. Kemarahan yang terpendam mengakibatkan berbagai penyakit seperti pusing, sakit punggung, leher, dan perut, depresi, kurang energi, cemas, tak bisa tidur, ketakutan, dan tak bahagia.
Musuh kita sebenarnya bukanlah orang yang membenci kita tetapi orang yang kita benci. Kita harus terus berlatih untuk mengikis sifat dendam tersebut.
Sebagai ilustrasi, kita bisa belajar dari para karateka yang berhasil menghancurkan batubata dengan tangannya. Pertama kali memukulnya, bata tersebut tidak langsung hancur. Tapi, dia tak patah semangat. Diulanginya terus usaha untuk menghancurkan bata tersebut. Akhirnya, pada pukulan kesekian, pada hari kesekian, bata tersebut berhasil dihancurkan. Memang, tangannya bengkak-bengkak, tetapi dia mendapatkan hasil yang diinginkan.
Begitu pula dengan hati. Jika hati dibiarkan sensitif, maka hati ini akan mudah sekali terluka.
Akan tetapi, jika hati sering dilatih, maka hati kita akan semakin siap menghadapi pukulan dari berbagai arah. Jika kita telah disakiti seseorang, kita jangan melihat orang tersebut, tetapi lihatlah dia sebagai sarana ujian dan ladang amal kita terhadap Yang Maha Kuasa. Kita akan semakin sakit, tatkala melihat dan mengingat orangnya.

Untuk mencapai kebahagiaan, kita perlu mengubah cara pandang kita. Sumber kebahagiaan ada dalam diri kita sendiri, bukan di luar. Karena itu jangan terlalu memusingkan perilaku orang lain. Sebaliknya, belajarlah memaafkan.
Kunci memaafkan adalah memahami ketidaktahuan. Banyak orang yang melakukan kesalahan karena ketidaktahuan. Kalaupun mereka sengaja melakukannya, itupun karena mereka sebenarnya tak tahu. Mereka tak tahu bahwa kejahatan bukanlah untuk orang lain tetapi untuk mereka sendiri.
Orang yang suka memaki dan bersikap kasar sebenarnya tak menyadari bahwa mereka sedang menzalimi dirinya sendiri. Suatu ketika ia akan kena batunya. Inilah konsekuensi logis dari hukum alam. Jika kita menjadi lebih baik, Tuhan tentu akan memuliakan kita. Jika Tuhan sudah memuliakan, maka kita tidak akan menjadi hina karena hinaan orang lain.
Untuk mencapai kebahagiaan, berikanlah maaf kepada orang lain. Hentikan kebiasaan menyalahkan orang lain. Ingatlah, kesempurnaan manusia justru terletak pada ketidaksempurnaannya.
Hanya Allah-lah yang Maha Suci, Maha Sempurna dan Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun. Anda? Anda hanya manusia biasa. Apakah Anda tidak malu kepada Allah jika Anda tidak mau memaafkan? . OK !!! maafkan gua ya??? Met Menunaikan Ibadah Puasa bagi rekan yang menunaikannya...



2 comments:
Peluang Emas bagi peminat Calon Jemaah Haji Khusus (ONH PLus) Gratis !
Apakah anda ingin pergi berHaji di tahun depan atau 2 tahun lagi padahal tiada banyak Uang !
Bila anda sangat ambisius utk ber haji secara Gratis berarti Uang anda perlu Saya kelola !
Silakan anda titipkan dana anda minimal Rp.7.000.000,-kepada Saya untuk di kembangkan agar anda bisa berHaji ! Saya juga join dengan Bi ro Haji Khusus & bisa bantu urusi Keberangkatan anda !
Guna peroleh info detail anda bisa hubungi :
Drs.Hendi Permana Kusuma,M.M, via HP: 0811255798
Email: hendi_permana_kusuma@indonesiaindonesia.com
Peluang Emas bagi peminat Calon Jemaah Haji Khusus (ONH PLus) Gratis !
Apakah anda ingin pergi berHaji di tahun depan atau 2 tahun lagi padahal tiada banyak Uang !
Bila anda sangat ambisius utk ber haji secara Gratis berarti Uang an da perlu Saya kelola !
Silakan anda titipkan dana anda mi
nimal Rp.7.000.000,-kepada Saya untuk di kembangkan agar anda bisa berHaji ! Saya juga join dengan Bi ro Haji Khusus & bisa bantu urusi Keberangkatan anda !
Guna peroleh info detail anda bisa hubungi :
Drs.Hendi Permana Kusuma,M.M, via HP: 0811255798
Email:hendi_permana_kusuma@indonesiaindonesia.com
Poskan Komentar